Kreatin, Suplemen Pembentuk Otot

Badan Atletis dan Ideal adalah impian para pria. Suplemen olahraga dengan kandungan kreatin bisa membantu mewujudkannya. Namun, seberapa aman konsumsi kreatin bagi remaja?

Kreatin merupakan kombinasi dari asam amino yang diproduksi secara alami dalam tubuh oleh hati, ginjal dan pankreas. Kreatin juga dapat ditemukan dalam makanan kaya protein seperti daging dan ikan.

Asupan kreatin sendiri mampu mengurangi kelelahan otot dengan mengangkut energi ekstra untuk sel-sel tubuh dan menyebabkan kenaikan berat badan oleh air, yang dapat membuat otot terlihat lebih besar.

Selain dari makanan, kreatin juga dapat ditemui dalam bentuk suplemen. Karena kreatin dinilai dapat membantu membentuk massa otot, maka orang yang ingin membangun otot tubuh umumnya mengonsumsi suplemen ini.

Perlu diperhatikan suplemen kreatin tidak dianjurkan bagi anak remaja kurang dari 18 tahun.

Setelah anak beranjak 18 tahun atau lebih, DeRobertis menekankan bagi mereka yang mengonsumsi kreatin untuk mengetahui beberapa poin ini:

  1. Kreatin ditemukan efektif dalam pemakaian jangka pendek, yang diikuti dengan latihan intensitas tinggi, seperti berlari.
  2. Saat memutuskan untuk mencoba kreatin, pengguna sebaiknya aktif bergerak dan membiarkan pelatih olahraga atau orang tua tahu tentang suplemen yang dikonsumsi.
  3. Minum cukup air sepanjang hari, karena kreatin dapat menyebabkan dehidrasi, sehingga harus mengonsumsi air setidaknya 1,5-2 liter per hari.
  4. Tidak boleh menggabungkan kreatin dengan suplemen lainnya, terutama yang mengandung kafein atau ephedra karena dapat memaju jantung dan organ lain dalam tubuh.

Seperti biasa, sangat penting untuk berbicara dengan dokter sebelum melakukan diet atau perubahan gaya hidup, terutama yang berhubungan dengan obat serta suplemen.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*