Phytonutrients atau Fitonutrisi apakah itu?

Tumbuhan mengandung ribuan zat kimia alami, inilah yang disebut phytonutrients atau phytochemicals. Phyto berasal dari kata yunani yang berarti tanaman. Zat kimia alami yang bekerja melindungi tanaman dari kuman, jamur, kutu dan ancaman penyakit lainnya.

Buah-buahan dan sayuran mengandung phytonutrients, termasuk didalamnya seperti: Gandum, Kacang-kacangan dan Teh.

Sedikit berbeda dengan vitamin dan mineral, phytonutrients bukan hal mendasar yang diperlukan tubuh untuk bertahan hidup. Namun bila Kita mencukupi asupan phytonutrients, dapat meningkatkan daya tahan tubuh dalam melawan penyakit dan membantu tubuh bekerja lebih baik.

Lebih 25.000 jenis phytonutriens ditemukan dalam tumbuhan makanan. Ada 6 phytonutrients yang penting dan berpotensi terhadap kesehatan:

  • Carotenoids
  • Ellagic acid
  • Flavonoids
  • Resveratrol
  • Glucosinolates
  • Phytoestrogens

Carotenoids

Carotenoids yang membuat sayuran atau buah-buahan memiliki warna oranye, kuning atau merah. Berfungsi sebagai antioxidant dalam tubuh kita, yang bermanfaat melawan radikal bebas yang merusak jaringan tubuh kita.

Jenis carotenoids yang memiliki benefit untuk kesehatan adalah

Alpha-carotene, beta-carotene dan beta-cryptoxanthin
Tubuh akan mengubahnya menjadi vitamin A. Vitamin A ini akan membuat sistem imun tubuh bekerja semestinya., dan sangat baik untuk kesehatan mata. Makanan yang berwarna kuning dan orange seperti labu dan wortel adalah sumber alpha- and beta-carotene.

Pada cabai kita dapat temukan beta-cryptoxanthin yang memiliki manfaat sama seperti diatas.

Lycopene
Yang memberi warna merah atau pink pada tumbuhan: tomat, semangka, anggur pink. Lycopene memiliki kemampuan untuk mencegah kanker prostat.

Lutein and zeaxanthin
Bermanfat mencegah katarak dan and kerusakan pada macula (bagian retina) yang disebabkan penuaan. Keduanya adalah penyakit yang berhubungan dengan mata.

Sumber phytonutrients pada sayuran hijau dapat ditemukan pada: bayam, kubis dan sawi.

Ellagic Acid

Ellagic acid ditemukan dalam beberap jenis berries (strawberry dan raspberry) dan tumbuhan buah seperti delima. Ellagic acid dapat mencegah penyaki kanker dengan cara mematikan sel kanker, membantu fungsi hati  menetralkan zat kimia penyebab kanker pada sistem tubuh Anda.

Flavanoids

Kebanyakan phytonutrients merupakan tipe flavanoid. Flavanoid dapat ditemukan dalam berbagai jenis tumbuhan yang umum kita makan.

Jenis Flavanoids

Catechins, Teh hijau merupakan sumber catechins yang baik. Mengkonsumsi teh hijau dapat mencegah beberapa jenis kanker.

Hesperidin, dapat ditemukan pada jeruk, bermanfaat sebagai antioksidan. Mengurangi efek radang dan resiko kanker.

Flavonols, dapat ditemukan pada tumbuhan/buah apel, beri, anggur dan bawang. Mencegah resiko asma, beberapa jenis kanker dan penyakit jantung.

Resveratrol

Resveratrol dapat ditemukan pada anggur, Red wine. Bermanfaat sebagai antioxidant dan anti radang. Beberapa penelitian menunjukan resveratrol dapat mengurangi resiko sakit jantung dan kanker, dan dapat memperpanjang usia.

Glucosinolates

Glucosinolates dapat ditemukan pada tumbuhan seperti kubis brusel, kubis dan brokoli. Glucosinolates menyebabkan tanaman memiliki bau dan rasa yang tajam. Glucosinolates berubah menjadi zat kimia alami lain saat dicerna tubuh, yang bermanfaat mencegah pertumbuhan kanker.

Phytoestrogens

Phytoestrogens dapat bertindak seperti estrogen tubuh kita. Kedelai mengandung isoflavones — merupakan jenis phytoestrogen. Beberapa bukti menunjukan, kedelai dapat mencegah endometrial cancer dan menjaga massa tulang pada wanita.

Lignans, jenis lain dari phytonutrient, diubah tubuh menjadi kimia yang mirip estrogen . Jenis makanan yang merupakan sumber lignans adalah:  Flaxseeds dan Sesame seeds.

Namun riset pendukung mengenai manfaat lignans dalam mencegah endometrial cancer dan osteoporosis masih terbatas.

source: webmd (http://www.webmd.com/diet/phytonutrients-faq)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*